Search

Kata Bersenyawa

coffee, tea and night enthusiasts

Bapak Guru dan Sepeda Ontel

 

Sayup-sayup suara qira’ah mulai terdengar. Perlahan Fajar dan mentari menaiki tangga ufuk timur untuk memancarkan kehangatannya. Dan mulailah segala aktivitas pagi itu, diawali ibadah sepertiga malam dan dilanjut dengan shalat subuh. Bayangan mimpi masih terbawa bayangan masa lampau dengan cerita Bapak Guru kala sekolah dasar.  Cerita Bapak Guru mengenai seseorang yang disebut guru.

Guru didalam istilah Jawa ada makna bahwa guru itu  digugu lan ditiru.Guru merupakan sumber kebenaran atas ilmunya yang diberikan kepada anak-anaknya dan kemulian segala ahlak serta  budi pengertinya. Dan itulah mengapa guru merupakan panutan dan cerminan bagi anak-anak bangsa. Kisahnya yang begitu sederhana dengan tas samping yang selalu ia bawa. kendaraan klasik yaitu sepeda yang melegendaris lengkap dengan kayuhan dan bel sederhana. Hitam dan mengkilap kerangkanya. Sepatu hitam fantofel sederhananya, rambut dengan sisir tengah mengkilap karena minyak rambut yang telah melegenda pada masanya. Begitu dipuja dan dirindu anak-anak. Begitu dinanti kedatangan beliau sehingga jika Bapak guru datang anak-anak cepat-cepat berebut membawakan tas si Bapak Guru. Cerita cerita heroik yang ia kisahkan sangat rindu untuk didengar dan dicerna serta sebagai inspirasi mereka. Imajinasi anak-anak saat itu mulai terlukis satu per satu dalam langit-langit kelas dengan ruangan sederhana namun nyaman dan tentram.

Pak Guru selalu mengajak terbang keliling dunia mengajak siswanya mengenal sejarah bangsa-bangsa di dunia. Menceritakan segala keindahan alam yang dimuat dalam geografi sebutan ilmunya. Bercerita para kakek, nenek dan pendahulu yang sangat patriotrik membela ibu pertiwi tercinta. Dari Soekarno yang heroik menentanng kononial Belanda. Dan Hatta si Kakek cerdas yang berkacamata belajar di negeri kincir dan tulip sebutannya.

Anak-anak terhipnots dan membayang dirinya berjalan menyususri lorong-lorong jalan dan melewati jalanan utama kota-kota besar di benua eropa. Belajar bersama dan evaluasi belajar dengan kuis yang menarik dan bisa dikata telah diluar kepala jawaban-jawabannya. Parkiran sepeda dan taman sekolah menjadi taman baca dan angin segar untuk belajar dengan penuh kesungguhan. Sehingga mengantarkan beberapa siswa dan sekolah menjadi juara.

Cerita SD selalu menjadi kenangan ketika baru memulai merajut yang namanya mimpi dan cita-cita. Cerita tentang mengembara dan dunia anak-anak seperti dongeng Harry Poter atau cerita-cerita legenda nusantara. Dunianya masih milik para anak-anak yang penuh bermain dan sosialisasi dengan teman dan alam untuk belajar. Sekolah dasar begitu ceritanya. Bapak guru dengan sepeda ontel klasik dan disegani muridnya karena semangat dan inspirasinya.

Advertisements
Featured post

Rubrik Baru Catatan Pena Pembelajar

Rubrik baru dalam cacatan elektronik semoga bisa bermanfaat. Mengapa saya pindah disini? Alasan sangat sederhana yaitu antisipasi jika nanti Tumblr akan jadi korban pemblokiran sejumlah situs. Jadi dengan saya pindah situs, tulisan saya akan merasa aman (sebenarnya pemilik akunnya 🙂 ).

Dan Akun baru ini akan menjadi sebuah catatan perjalanan seorang pembelajar yang masih bodoh dan selamanya akan terus belajar. Jika kata seorang faldomaldini.com Selama hidup kita belajar. Belajar apapun dari yang bernama kehidupan .

Judul Catatan seorang pembelajar adalah kata yang mengawali situs ini. Bahwa manusia tidak luput yang namanya sejarah pengalaman atau kejadian, baik kemarin dan lusa merupakan sejarah. Dan sejarah tersebut merupakan pembelajaran untuk menuju masa depan tanpa kesalahan yang sama.

 

Featured post

Titik titik hidup

Tik tik tik….suara jam yang terus berulang dan mata masih bening memancar. Hari ini mungkin kamu sedang meneropong peristiwa-peristiwa lalu. Ada yang buatmu kecewa, bersedih, ataupun gembira. Peristiwa demi peristiwa di dalam bagian hidupmu memang tak selama lempeng, enak, dan nyaman. Tapi kadan sandal jepit di jalan aja bisa menyebabkan orang bernasib malang.

Tapi yang mesti kamu ingat adalah bahwa Allah memberi setiap anugrah hidup untuk dibsyukuri dan di gali pelajaran berharganya. Supaya menaikkan keimanan dan kedekatan dengan Tuhannya. Bila kamu sedih dan ngeluh bahwa hidupmu kok gini gini aja, maka ingatlah ujian dan cobaab itu untuk menaikkan kelas seseorang.

Ujian dan cobaan itu untuk menaikkan kelas seseorang

Meskipun hanya kata kata tapi ia mampu membuat dirimu tenang, kepercayaan dirimu menjadi lebih baik, yang jelas hal hal positif lainnya menjadi bertambah.

Rindu Kesederhanaan Sewaktu Kecil

Tidur siang memang enak, seenak apapun alasannya. Sebenarnya sayang jika aku meluangkan waktu hanya sekedar tidur siang di jam jam seperti ini. Tapi bagaimanapun tubuh menagih hanya untuk sekedar merebah dan melepas pungung yang lelah sebentar saja. Entah kenapa, aku selalu sayang aja kalau waktuku hanya tak buat tidur siang. Lebih baik membaca atau aku belajar bahasa baru yaitu asing. Tapi alasan apapun selalu benar untuk yang sedang ingin mengeluarkan alasannya.

Di kasur aku mikir mikir daripada tidur yauda deh akhirnya aku produktifin diri sendiri dengan ngeblog ini gerakin jempol aku. Dan yang mau tak tulis apa, akupun bingung. Terus aku lihat jendela yang ada di sisi tempok kamar aku. Aku sedang kebayangin masa kecil dulu. Bagaimana aku tanpa beban bermain sejauh manapun. Paling paling ntar kalau pulang juga dimarahin ibu. Aku sedang kebayangin betapa petakilannya aku naik pohon sambil hafalan nahwu, shorof, tajwid, ataupun bahasa arab. Itu kuhafalin sewaktu di madrasah dulu. Sekarang uda lupa:-D . Sambil aku tiduran di ranting gitu ditemani tetanggaku yang masih seumuran juga. Dia emang suka banget soal manjat manjat. Dia lebih dari seorang petualang pada masanya. Pokoknya ada ada aja idenya buat ngebolang. Pokoknya ya kayak aktivitas bolang di acara TV gitu :-D. Mungkin dia terinspirasi dari situ haha.

Terus aku tiba tiba jadi rindu masa keserdehanaan permainan aku. Mainan ayunan yang terbuat dari pelepah pisang. Karena tempat tinggalku memang di pedesaan, jadi banyak tumbuhan beraneka macam yang sekarang udah langka di temukan akibat alih fungsi lahan. Miris dan sedih :-(. Terus dulu masih banyak kebun kebun luas, sawah luas, pepohonan rindang dan gede banyak dan ngga susah buat nemuinnya. Belum ada satu dekade semuanya udah berubah. Dulu kebun luas sekarang jadi perumahan, persawahan jadi perumahan dan pertokoan, sawah sawah jadi lahan yang di kapling kapling biar harga jual tanahnya naik. Semakin tingginya populasi dan kebutuhan ekonomi penduduk yang jadi korban selalu alamnya. Sedih bukan? Dulu udara masih sejuk, semilir angin masih enak, suara burung masih banyak. Sekarang? Udara panas akibat semakin menepisnya pohon pohon, anginnya juga semilir bukan adem tapi agak panas gitu. Boro boro suara burung, udah ngga ada sekarang. Palingan burung pipit nyuara sebentar lagi ilang, ntar beberapa hari lagi baru muncul.

Dulu ikan ikan di sawah dan selokan yang airnya bening masih banyak juga. Orang mancing sepanjang selokan kalau liburan sekolah bisa membludak gitu. Sekarang? Boro boro ikan, orang mancing aja ngga ada. Paling segelintir orang aja.

Main petak umpet, betengan, trus yang lompat lompat pakai kaki satu, permainan apa aku lupa. Dan masih banyak lagi mainan tradisional yang aku rasain jaman ketika masih belum mengenal gawai dan paket internet. Nah sekarang???? Boro boro main, kenal dan tau caranya main aja ngga. Sekarang anak anak kecil lebih suka pegang gawai, mainnya ke playstore, youtube, bahkan ada yang sosmed-an. Padahal itu anak anak SD, yang istilahnya still primary school gitu kan.

Aku ngrasain banget perbedaan nilai nilai kebudayaan yang hilang, rasa peduli dengan alam juga udah ngga ada. Pokoknya manusia semakin melupakan nilai nilai budaya mereka. Yang terpenting bagi sebagian mereka adalah materi. Seolah itu adalah kunci kebahagiaan apapun. Padahal budaya adalah identitas jati diri kita sebagai bangsa Indonesia . Nah kalau uda diklaim negara tetangga baru nyadar bahwa itu adalah miliknya dan warisan yang semestinya terus di jaga. Kalau uda kena musibah bencana baru nyesel, kenapa dan betapa tidak pedulinya dengan alam.

Aaah itu cuman ocehan yang sebenarnya aku rindu suasa kecil. Memang dunia itu dinamis yang selalu mengalami perubahan. Tapi jika perubahan perubahan itu menjadi kerusakan dan kepunahan, akan jadi suatu kesedihan dan keprihatinan.

Lampu Malam

Lampu Malam

Cahaya lampu malam membisu

Udara malam mengusik perlahan

Merangsuk dan dinginpun menjadi

Cahaya lampu romansa yang bisu

Bermalam lampu kuning remangmu

Aku rindu

Sungguh rindu

Rindu yang berat

Bersama jajaran lampu

Lampu malam jalanan

Aku suka

Sesukamu hadir setiap senja dan berakhir dikala pagi

Malam dan kau lampu

Buatku ingin mendekapmu

Memelukmu malam dengan sinarnya lampu temaram

Biarkan saja aku berkencan dengan malam

Berkencan dengan lampu temaram

Berbincang dengan bait kata dalam buku kuning coklat yang candu

Bersahabat dengan kopi hitam pahit kafein

Malam ijinkan aku peluk dirimu

Erat meskipun kau dingin dan gelap

“Tia Setiawati”

Kata Bersenyawa

Aku pilih dua kata itu supaya menjadi kekuatan hanya dengan sebuah kata saja mampu merubah segalanya. Ya pada intinya tulisan itu sangat ajaib. Bisa mempengaruhi seseorang, bisa menjerumuskan, bahkan sampai mendewakan (tapi jangan ya, cukup Tuhan saja yang pantas untuk di Agungkan namanya). Tulisan tulisan ini merupakan jawaban atas kegelisahan yang sebenarnya untuk konsumsi pribadi. Tetapi kalau ada yang nyempetin buat buka atau baca Alhamdulillah. Pun jangan langsung percaya, saya pun beropini dan punya opini yang mau kusampaikan melalui kata kata. Jadi jangan ngejudge ataupun bully. Saya pun ngga suka ada SARA yang mampir sini. Ini cuman cuitan yang ngga penting apalagi sifatnya sangat rahasia juga tidak. Jadi kalian boleh baca buat semau kalian. Salamat bersenyawa dengan kata.

Secuil Kata Pada Pendidikan

Kali ini aku mau cerita sedikit tentang bagaimana aku mewujudkan yang telah diamanahkan orang tua ku kepada anaknya. Apalagi kalau bukan kelulusan saya to get bachelor degree. Aku ngga mau cerita betapa heroiknya menuntaskan suatu karya ilmiah terakhir aku di S1. Tentu semua udah tau bagaimana rasanya mengerjakan skripsi, berkejaran dengan dosen entah mau bimbingan atau buat tanda tangan baik itu acc proposal, skripsi jadi, dan surat keterangan kelulusan. Yang jelas pahit manis ada semua. Aku kasih tau bocoran skripsi aku kaya apa. Jadi aku mengerjakan skripsi dengan mengambil tema literasi keuangan. Disitu aku menguji konsep literasi keuangan. Bahwa ia bukan hanya cukup paham saja dalam hal pengetahuan tetapi ada elemen pendukung dari literasi itu sendiri. Jadi aku masukin sikap dan perilaku seseorang yang mengarah pada kecakapan dalam berfinancial. Olah data pakai SEM AMOS, agak ribet tapi yakinlah asyik banget :). Setelah kurang lebih 6 bulan bimbingan dan juga penelitian di rentang bulan bulan itu, akhirnya aku sidang. Aku membayangkan akan horor gitu sidangnya. Tapi Allah baik sama hambanya yang berusaha mungkin ya, Alhamdulillah bisa ngejawab semua pertanyaan. Karena skripsi aku cukup tebal, penguji ngga sampai buka buka per subbab, jadi Alhamdulillah lagi kesalahannya ngga banyak. Karena aku bukan manusia sempurna makanya ngga ada tanpa revisi tentu ada perbaikan. Dan sekalinya bimbingan langsung acc juga. Rada seneng juga katanya skripsinya bagus dan ngga biasa. Ini bukan nyombong tapi sebagai motivasi aja suatu yang beda pasti akan mendapat perhatian yang beda juga. Tentu tingkat kesulitan di dalam mencari dan menyusun tema aku sampai jadi skripsi. Dan akhirnya lulus juga. Alhamdulillah suatu kebanggaan juga. Biar bagaimanapun harus bersyukur bisa mengenyam pendidikan sampai Sarjana. Banyak di luar sana yang sangat ingin sekolah sampai gelar paling tidak Sarjana. Dan pesan aku ke teman teman semua jangan pernah sekolah hanya formalitas saja. Ingat orang tua yang ngebiayain kita. Ingat janji kemerdekaan juga bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya guru saja. Tapi kita semua yang merasa berpendidikan. Karena terkadang sekolah cuman buat main atau hal hal yang sedikit faedahnya.

Secuil Kata Pada Pendidikan

Kali ini aku mau cerita sedikit tentang bagaimana aku mewujudkan yang telah diamanahkan orang tua ku kepada anaknya. Apalagi kalau bukan kelulusan saya to get bachelor degree. Aku ngga mau cerita betapa heroiknya menuntaskan suatu karya ilmiah terakhir aku di S1. Tentu semua udah tau bagaimana rasanya mengerjakan skripsi, berkejaran dengan dosen entah mau bimbingan atau buat tanda tangan baik itu acc proposal, skripsi jadi, dan kelulusan. Yang jelas pahit manis ada semua. Aku kasih tau bocoran skripsi aku kaya apa. Jadi aku mengerjakan skripsi dengan mengambil tema literasi keuangan. Disitu aku menguji konsep literasi keuangan. Bahwa ia bukan hanya cukup paham saja dalam hal pengetahuan tetapi ada elemen pendukung dari literasi itu sendiri. Jadi aku masukin sikap dan perilaku seseorang yang mengarah pada kecakapan dalam berfinancial. Olah data pakai SEM AMOS, agak ribet tapi yakinlah asyik banget :). Setelah kurang lebih 6 bulan bimbingan dan juga penelitian di rentang bulan bulan itu, akhirnya aku sidang. Aku membayangkan akan horor gitu sidangnya. Tapi Allah baik sama hambanya yang berusaha mungkin ya, Alhamdulillah bisa ngejawab semua pertanyaan. Karena skripsi aku cukup tebal, penguji ngga sampai buka buka per subbab. Karena aku bukab manusia sempurna makanya ngga ada tanpa revisi tentu ada perbaikan. Dan sekalinya bimbingan langsung acc juga. Rada seneng juga katanya skripsinya bagus dan ngga biasa. Ini bukan nyombong tapi sebagai motivasi aja suatu yang beda pasti akan mendapat perhatian yang beda juga. Dan akhirnya lulus juga. Alhamdulillah suatu kebanggaan juga. Biar bagaimanapun harus bersyukur bisa mengenyam pendidikan sampai Sarjana. Banyak di luar sana yang sangat ingin sekolah sampai gelar paling tidak Sarjana. Dan pesan aku ke teman teman semua jangan pernah sekolah hanya formalitas saja. Ingat orang tua yang ngebiayain kita. Ingat janji kemerdekaan juga bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya guru saja. Tapi kita semua yang merasa berpendidikan.

Expecto Patronum

count down year, months, weeks, and days. Rasanya pengen punya tongkat ajaib seperti di film-filmnya harry potter. Menyelesaikan tugas akhir yang belum kelar dengan pakai alat analisis yang rumit. Tapi justru dengan banyak kesulitan aku merasa senang dan nyaman karena dengan dihadirkannya jalan yang tidak biasa, aku bisa bilajar hal baru yang mungkin banyak orang-orang yang belum tentu tahu juga. Jadi bukan tongkatnya Harry Potter yang membuat saya ingin memilikinya tetapi mantranya Harry yang bisa mengusir segala perasaan dan kebiasaan jahat yang diibaratkan Dementor. Dengan mantranya Expecto Patronum, Dementor bisa diusir jauh-jauh yang ada hanyalah hal-hal positif yang bisa kita ciptakan.

Mantra Harry Expecto Patronum bisa kita ciptakan dengan mulai berpikir positif dan mengurangi kebiasaan buruk. Boleh mencoba mantra itu dengan berimajinasi kalau mantranya seolah bisa menciptakan mood yang baik. good luck

Act Kindness

Lebaran 1438 H kemarin gimana rasanya? Biasa aja, luar biasa, atau malah dibawah biasa. Apapun rasanya mumpung masih Syawal minal aidin wal faizin  mohon maaf lahir batin. Setelah berpuasa selama sebulan penuh kita dihadirkan bulan kemenangan. Kata bapak Khotib memberikan khotbah bahwa setelah berpuasa di bulan Ramadhan kita harus meningkatkan keimanan terhadap Allah. Jangan berbuat kebaikan hanya di bulan Ramadahan. Di bulan Ramdahan kita sholatnya rajin, ibadah malamnya rajin baik itu tahajud atau qiyamullail di sepuluh malam terkahir pasti ngga mau ketinggalan. Eeh…setelah Ramadhan malah bolong-bolong melakukan kewajiban dan menyebar kebaikan. Kata Khotib kita harus istikomah biar hidayah dan rahmat Allah senantiasa dekat dengan kita.

Apalagi sebelum Ramadhan banyak sekali suasana panas di perpolitikan tanah air yang membawa-bawa agama. Seolah kita ini menjadi kotak-kotak karena keyakinan. Banyak oknum-oknum menambahkan berita-berita hoax menyebar kebencian baik sesama teman seagama (muslim) atau sesame kita sebagai warga Indonesia. Memang setiap orang memiliki opini, pendapat, bahkan prinsip yang berbeda. Tetapi bukan berarti perbedaan menjadikan kita berpecah belah, carut marut ngga karuan. Bukankah Islam sendiri memerintahkan kita berbaik kepada siapapun meskipun banyak kebencian yang ditujukan kepada kita. Menurut saya sih menghormati sesama itu penting. Bahkan  agama saya mengajarkan untuk berakhlak yang baik ke siapapun. Dengan menunjukkan kebaikan menurut saya itu adalah dakwah paling efektif. Merubah sesuatu dengan kita sendiri yang memberi contoh yang baik, meskipun itu hal kecil dan sederhana. Hal-hal kecil mungkin bisa menjadikan oooh ini loh kita yang katanya sering disebutnya trouble maker, nyatanya bukan yang seperti apa yang mereka pikirkan tetapi itu hanya oknum sebagian orang saja yang melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti itu. Do it act kindness

 

Malaikatku

Puluhan purnama telah berlalu dan cerita ini masih tak bosan untuk pergi beradu dengan waktu. Bayangan cerita-cerita kecil dulu selalu silih berganti membuka lebar-lebar kenangan indah juga seru. Hanya lembaran kenangan cerita masa lalu mengenang bahagia yang berlalu tanpa dirimu. Tanpa sempat kau saksikan anakmu dan cerita suksesnya putri-putri lucumu masa kecil dulu.

Tanpa kau saksikan bagaimana indahnya cerita-cerita sang putri yang berkelana dengan waktu dan pengalaman serunya. Tanpa kau saksikan bagaimana nanti putri-putri yang lucu dulu, nanti satu persatu dijemput oleh pangeran seperti impianmu dulu. Menyaksikan hari bahagia dan melepaskan putri yang selalu kau jaga bertahun-tahun lalu. Tanpa kau saksikan senyum lucu yang berubah menjadi cantik anggun berhias mahkota berbalut gaun indah yang hanya dikenakan sehari dan berlalu.

Waktu seolah tak menghilangkanmu dalam bagian hidup ini yang terus berjalan  tanpa berhenti sedetikpun. Meskipun ada ribuan yang lebih cantik darimu tapi tetap  kau adalah malaikat hidupku yang tak pernah hilang meski waktu menderu. Pelukan pertamamu saat kau bahagia aku hadir di kehidupan dunia membuatmu terharu. Hingga kau hadirkan dua putri-putri cantik sebagai teman hidupmu sampai akhir hayatmu.

Mungkin kau sedang bahagia bersama Tuhan disana menyaksikan kita yang sedang berproses untuk tumbuh. Meski susah payah menjaga hati yang kadang rapuh melewati setiap jalan ujian, tapi ini demi membuatmu bahagia disana. Semoga kau tersenyum melihat kita yang senantiasa memperbaiki diri menuju harapanmu yang dulu selalu kau panjatkan kepada Tuhanku dulu.

Tak akan terganti dirimu, meskipun akan ada yang muncul dari kehidupan baru nanti. Tetap kaulah yang akan tertulis bahwa kau adalah bagian dari hidupku yang menemaniku berproses sejauh ini, tanpa kau saksikan indahnya hasil dari proses kita nanti. Semomga kau bahagia disana. Di tempat indah yang tak bisa digambarkan atau disandingkan dengan keindahan dunia bersamaNya. Semoga doaku dan doa kita selalu tersampaikan dan membuatmu bahagia disana. mama

 

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑